SEPENGGAL PURNAMA
Terisak tangis malam menunggu purnama
tak jua datang tak kunjung tiba
keheningan memecah sendu
akan kah tiba hari terhentinya penantian ?
Luka tercoreng di wajah senja
masih tersisa puing-puing purnama yang dulu berjejak
hanya penggalan kisah lalu
yang meretaskan rindu
tak jua datang tak kunjung tiba
keheningan memecah sendu
akan kah tiba hari terhentinya penantian ?
Luka tercoreng di wajah senja
masih tersisa puing-puing purnama yang dulu berjejak
hanya penggalan kisah lalu
yang meretaskan rindu
SI MBAMBUNG # 1
Menduakan Tuhan
Suatu hari mbambung sedang jatuh sakit di rumahnya, sudah berapa hari ini dia demam tinggi, mual, mencret yang tak kunjung henti, dan bebrapa komplikasi lainnya. Entah penyakit apa yang sedang di derita oleh mbambung.Karena kasihan para tetangga dan sahabat mbambung menjenguk di rumahnya, salah satunya adalah gudel dan cukrik. Mereka berdua hari ini menemui mbambung yang sedah tergeletak tak berdaya di kasur kamarnya.
"mbung ayo kuantar kau kedokter" ... gudel memulai pembicaraannya ke mnambung.
"dengan uangnya siapa aku ke dokter del ? uangnya mbah mu ta?"... dengan terbatuk mbambung menjawab.
gudel dan cukrik kebingungan menjawabnya karena mereka juga sama dengan mbangbung, hidup mereka sebatang kara dan tak ada uang, rumah pun masih beralaskan tanah beratapkan jerami.
"sudah, krik ambilkan saja aku air dan del, tolong ambilkan aku kembang tujuh rupa yang sudah kusiapkan di atas meja makan... mbambung memerintah membuyarkan kebingungan dari gudel dan cukrik.
Segera gudel dan cukrik memberikan apa yang mbambung minta.
"untuk apa itu semua mbung ?" tanya cukrik, gudel yang tadinya ingin bertanya hal yang sama, urung bertanya, hanya memperhatikan.
"ini untuk mengobati penyakitku " ujar mbambung sambil meminum air yang sudah di campur dengan kembang tujuh rupa
gudel dan cukrik saling berpandangan heran. Pikiran mereka penuh dengan pertanyaan.
"kalian pasti berfikir bahwa ini syirik ?" , seperti tahu apa yang difikirkan oleh sahabat-sahabatnya mbambung berbicara.
"apa bedanya memang obat yang di berikan dokter dengan air kembang tujuh rupa ini ?" ... gudel dan cukrik hanya terdiam, membiarkan mbambung berbicara
"tak ada bedanya keduanya sama-sama bisa menjadi perantara tuhan untuk menyembuhkanku" .
"Syirik tidak syirik bukan bergantung pada bendanya tapi pada niat kalian, pada hati kalian".
"Kalau aku kedokter dengan pikiran bahwa dokter itu dan obatnya yang akan menyembuhkanku, maka secara tak sadar aku telah menduakan tuhan, jadi syirik lah aku"
"dipikir yang menyembuhkan itu dokter sama obat nya ?, tidak yang menyembuhkan itu tuhan".
"dan tuhan sesuka-suka hatinya dia mau menyembuhkan dengan perantara apa, bisa lewat dokter, dedaunan ataupun air kembang tujuh rupa yang aku minum tadi"
"maka aku minum air tadi dengan kesadaran penuh, jika tuhan akan menyembuhkan ku, ini ikhtiarku, karena tak mampu untuk ke dokter"
"kita sering tak sadar sering menduakan tuhan, dengan uang, dengan ilmu, bahkan sampai dengan masjid pun tuhan kita duakan"
"lihat terkadang ada masjid yang di gembok ketika malam tiba, seakan-akan mereka yang menggembok sedang menuhankan masjid"
"dan ternyata kita masih belum mengerti ketauhidan"
lelah berbicara, mbambung batuk kemudian tertidur. Gudel dan cukrik yang terbengong-bengong mendengarkan mbambung bicara tadi, bergegas pulang takut mengganggu istirahat mbambung. Di perjalanan mereka berdua berbicara "edaaan si mbambung itu"
TERBANGUN SENDIRI (COVER)
Terbangun sendiri adalah salah satu lagu yang saya sukai dari album seperti seharusnya yang di bawakan oleh noah yang sebelumnya bernama peterpan. Lagu ini sendiri diciptakan oleh Nazriel Irham alias ariel ketika masih berada di dalam penjara.
Untuk itu saya iseng-iseng mencover lagunya, yg jelas kualitasnya kalah jauh dibanding aslinya... haha
Lyric
Katakan, katakan awal semula
karena akhirnya begitu berat terasa
dunia tak seindah katamu
dunia menelan hatiku
Katakan, entah kemana perginya
masa yang mudah dan tawa-tawa yang cerah
dunia yang terdiam tanpamu
dunia yang menelan hatiku
reff
Aku tak ingin terbangun, terbangun sendiri
aku tak ingin terjaga,t erjaga tanpamu
kurangi, kurangi lukaku
ohhh... temani sepiku
Bridge
ohh... temukan aku terlepas
ohh... kemana harus berjalan
SENJA DI HALMAHERA #1
Prolog
"Manusia tidak pernah tahu apa yang akan terjadi di depannya, ketika itu sudah terjadi maka terjadilah"
"Hai"!, perkenalkan namaku Ayu, lengkapnya kalian cari tahu sendiri ya hehe. Aku adalah seorang mahasiswi disebuah institut negeri di surabaya. Hobi ku sangat beragam mulai dari membaca, fotografi, travelling sampai menonton drama korea. Biasalah namanya anak gadis senang melihat cowok cowok bening khas artis korea.
Di surabaya aku tinggal berdua bersama dengan tanteku di kawasan perumahan Pandugo dua, Rungkut. Sebelumnya aku sempat menyewa kos hampir tiga tahun untuk tempatku bermukim. Tetapi dengan berbagai pertimbangan, akhirnya aku memutuskan untuk tinggal bersama dengan tanteku.
Malam ini, Kamis 6 agustus 2015 pukul 18:30 waktu indonesia barat, aku sedang tergeletak di kasur kamarku, pandanganku menerawang ke langit-langit kamar. Ternyata membaca lima jam tanpa berhenti cukup membuat mataku kelelahan. Aku ingin beristirahat tetapi aku belum merasakan kantuk sama sekali.
Samar suara gemericik air yang membentur atap rumah terdengar, sepertinya diluar sudah mulai turun hujan. Aku masih berada di atas kasur, bingung tak tahu harus melakukan apa. Ingin tidur tapi tak mampu, terjagapun tak ada yang bisa kukerjakan, sungguh membosankan.
Tiba-tiba ada gagasan yang terlintas di kepalaku, daripada aku bingung, bagaimana kalau aku bercerita padamu ?, aku jamin ceritaku tidak akan membosankan. Cerita tentang pengalamanku ikut sebuah ekspedisi yang di selenggarakan oleh negara, Cerita tentang seseorang yang pernah aku cintai namun tak bisa aku miliki, bukan karena kami tak sayang tapi memang karena tak mungkin dan ini adalah cerita tentang diriku. Semoga kamu mau mendengarkan.
Di surabaya aku tinggal berdua bersama dengan tanteku di kawasan perumahan Pandugo dua, Rungkut. Sebelumnya aku sempat menyewa kos hampir tiga tahun untuk tempatku bermukim. Tetapi dengan berbagai pertimbangan, akhirnya aku memutuskan untuk tinggal bersama dengan tanteku.
Malam ini, Kamis 6 agustus 2015 pukul 18:30 waktu indonesia barat, aku sedang tergeletak di kasur kamarku, pandanganku menerawang ke langit-langit kamar. Ternyata membaca lima jam tanpa berhenti cukup membuat mataku kelelahan. Aku ingin beristirahat tetapi aku belum merasakan kantuk sama sekali.
Samar suara gemericik air yang membentur atap rumah terdengar, sepertinya diluar sudah mulai turun hujan. Aku masih berada di atas kasur, bingung tak tahu harus melakukan apa. Ingin tidur tapi tak mampu, terjagapun tak ada yang bisa kukerjakan, sungguh membosankan.
Tiba-tiba ada gagasan yang terlintas di kepalaku, daripada aku bingung, bagaimana kalau aku bercerita padamu ?, aku jamin ceritaku tidak akan membosankan. Cerita tentang pengalamanku ikut sebuah ekspedisi yang di selenggarakan oleh negara, Cerita tentang seseorang yang pernah aku cintai namun tak bisa aku miliki, bukan karena kami tak sayang tapi memang karena tak mungkin dan ini adalah cerita tentang diriku. Semoga kamu mau mendengarkan.
