Puisi Kau bertanya
Kau bertanya pada ku tentang tuhan
aku jawab lihatlah bintang-gemintang pada malam-malam yang gelap
resapilah warna kesedihan kala langit membunuh matahari dibatas cakrawala
Niscaya kau akan temukan tuhan diakhir semua itu
juga di akal kita yang lemah
Kau bertanya padaku tentang surga dan neraka
aku jawab aku hanya meyakininya itu saja
bahkan aku tidak peduli apakah aku akan hidup dalam kesenangan abadi yang dijanjikan surga
ataukah harus terbakar luluh hancur selamanya dalam membaranya neraka
yang aku pedulikan hanyalah kasih sayang tuhan
jadikan aku bersyukur
Kau bertanya padaku tentang takdir
ku jawab yang ditanya tidak lebih tahu dari yang bertanya
tetapi mungkin takdir itu
seperti cinta yang bersemi
datang tiba-tiba tak terduga , tak ada yang tahu
seperti pula cinta yang patah
begitu pilu, perih dan sakit
tapi hidup terus berjalan
Kau bertanya padaku bisakah kau membuktikan
aku jawab aku tidak bisa membuktikan apapun padamu
Ini bukan lagi soal pembuktian
Tapi tentang pemahamanmu akan alam
tentang pemahamanmu akan kehidupan
jika kau tidak menemukan tuhan disela pemahamanmu
maka kembalikan lagi pada diri kita
yang memang tidak bisa memahami segalanya
Kau bertanya padaku tanpa bukti bukankah itu hanya asumsi dan omongkosong
aku jawab ya anggaplah itu bagimu sebuah asumsi dan omongkosong
tetapi setidaknya itu sebuah asumsi yang indah
sebuah omongkosong yang baik
Pada akhirnya aku berkata
hei teman kau dan aku memang berbeda
tapi bukan berarti kau bukan temanku dan aku bukan temanmu
Setidaknya kita berpijak pada bumi yang sama
berteduh dibawah langit yang sama
kita satu
satu tak berati harus sama
satu bisa juga berarti berbeda
Kesepian
Pernakah kau rasakan kesepian yang amat sangat ??...
kau rasakan itu hingga hati mu berteriak "AKU TAK INGIN TERBANGUN SENDIRI".
merintih perlahan dirimu, mencoba menerka dan memahami arti kesendirian itu.
Engkau terhenyak, menyadari bahwa kini hanya tuhanmu yang tersisa untuk mu
kau coba menghadirkan-Nya di hatimu, sekedar untuk bisa berdialog
Padanya kau berbicara :
tuhan janganlah kau tinggalkan diriku
setelah tawa yang menguap entah kemana
setelah cinta yang terhempas tak tertolong
setelah jiwa yang terlepas tak tahu arah
setelah dunia yang meninggalkan aku
tolong Tuhan , kini hanya engkau yang tersisa
jangan sampai dirimu juga meninggalkan aku
tolong, Aku tak ingin terbangun sendiri
Aku tak ingin terjaga tanpa- MU
kau batinkan dialog mu itu dengan syahdu , dalam sujudmu
kini kau baru memahami, hakikat kesendirian dan kesunyian
kau rasakan itu hingga hati mu berteriak "AKU TAK INGIN TERBANGUN SENDIRI".
merintih perlahan dirimu, mencoba menerka dan memahami arti kesendirian itu.
Engkau terhenyak, menyadari bahwa kini hanya tuhanmu yang tersisa untuk mu
kau coba menghadirkan-Nya di hatimu, sekedar untuk bisa berdialog
Padanya kau berbicara :
tuhan janganlah kau tinggalkan diriku
setelah tawa yang menguap entah kemana
setelah cinta yang terhempas tak tertolong
setelah jiwa yang terlepas tak tahu arah
setelah dunia yang meninggalkan aku
tolong Tuhan , kini hanya engkau yang tersisa
jangan sampai dirimu juga meninggalkan aku
tolong, Aku tak ingin terbangun sendiri
Aku tak ingin terjaga tanpa- MU
kau batinkan dialog mu itu dengan syahdu , dalam sujudmu
kini kau baru memahami, hakikat kesendirian dan kesunyian
Tertinggal
Perlahan mulai menghilang
waktu yang bergerak maju
kereta yang semakin menjauh
dan warna yang mulai memudar
Stasiun ini semakin sepi
menyisakan aku seorang diri
menunggu di dalam mimpi
menunggu yang akan datang
waktu yang bergerak maju
kereta yang semakin menjauh
dan warna yang mulai memudar
Stasiun ini semakin sepi
menyisakan aku seorang diri
menunggu di dalam mimpi
menunggu yang akan datang
Negeri para bedebah
Satu hal yang pasti disini
para domba-domba yang terlepas
berkeliaran, tanpa takut akan serigala
karena mereka pun bertaring
keheningan malam
tak pernah menjadi tentram
tiap sudut timbulkan keresahan
dan ketakutan
domba pun berubah menjadi pemangsa
Negeri ini memang sudah menjadi bedebah
tempat berkumpulnya para bedebah
domba-domba yang bedebah
para domba-domba yang terlepas
berkeliaran, tanpa takut akan serigala
karena mereka pun bertaring
keheningan malam
tak pernah menjadi tentram
tiap sudut timbulkan keresahan
dan ketakutan
domba pun berubah menjadi pemangsa
Negeri ini memang sudah menjadi bedebah
tempat berkumpulnya para bedebah
domba-domba yang bedebah
Sepi
Aku bercerita pada kesunyian
aku tersenyum pada kehampaan
lantas bertanya pada malam
kemankah perginya semua orang ??
Bahasa apakah yang harus aku sampaikan?
pada hidup...
agar aku tak sepi..
agar aku tak sendiri..
agar mereka kembali...
aku tersenyum pada kehampaan
lantas bertanya pada malam
kemankah perginya semua orang ??
Bahasa apakah yang harus aku sampaikan?
pada hidup...
agar aku tak sepi..
agar aku tak sendiri..
agar mereka kembali...